Selasa, 30 November 2010

Hujan untuk kita

Suatu hari nanti
Tubuh ku akan mati
Tapi dalam bait puisi ini
Aku hidup dalam maknanya

Suatu hari nanti
Suaraku tidak akan terdengar lagi
Tapi di antara baris puisi ini
Aku menyeru dan mengingatkanmu

Di sela-surat puisi ini
Akan terlihat aku untuk mu selamanya

Dari hujan di bulan oktober Kerinduan itu tersembunyi Untuk pohon yang telah ada yang mekar bijak

Dari hujan di bulan oktober
Jejak kaki yang ragu-ragu akan dihapus

Dari hujan di bulan oktober
Hal yang telah terucapkan
Diserap oleh akar pohon kepercayaan

Semoga ini bertahan
Dalam kekuatan
Untuk kebahagiaan
Selama-lamanya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar